pacaran dalam ajaran islam

Istilah berpacaran itu sendiri bisa diartikan berbeda, kalaulah pacaran yang saudari maksudkan adalah kisah sejoli yang hanya sekedar untuk menjalin hubungan kasih dua sejoli, untuk fun dan menjurus pada kemaksiatan, maka hal itu tidak diperbolehkan. Akan tetapi jikalau yang dimaksud pacaran disini sebagai instrument untuk mengenal calon pendamping lebih jauh, dengan catatan batasan-batasan syar’i harus dijaga, maka boleh-boleh saja, karena dalam Islam itu sendiri ada istilah ta’aruf sebelum pernikahan. Tujuan ta’aruf disini adalah sebatas untuk mengenal karakter calon pasangan kita, bukan untuk having fun together. Pergi berduaan tanpa ditemani mahram atau keluarga, seharusnya dihindari. Karena kita tidak tahu apa yang bisa dan mungkin terjadi. Ketentuan ini ahrus tetap berlaku meskipun sudah dalam proses menuju pernikahan. Selama pernikahan belum terlaksana, si dia tetaplah non mahram. Batasan-batasan syariat juga harus tetap dijaga. Didalam sebuah hadist shohih Rasulullah saw. menegaskan “Tidaklah diperkenankan bagi laki-laki dan perempuan untuk berkhalwat (berduaan), karena sesungguhnya ketiga dari mereka adalah syetan, kecuali adanya mahram.” (HR Ahmad dan Bukhari Muslim, dari ‘Amir bin Rabi’ah)

Menanggapi pertanyaan kedua, yaitu masalah pergaulan, memang betul apa yang dikatakan saudari Anna bahwa posisi kita saat ini sangatlah sulit. Dalam artian kita hidup dengan manusia yang mempunyai prinsip dan pandangan hidup yang berbeda. Bahkan di kota-kota besar masyarakat kita bisa dikatakan memiliki kecendrungan hidup bebas. Terkadang dengan kondisi seperti itu, kita menghadapi sebuah dilema bagaimana menempatkan diri dalam dunia pergaulan agar kita dapat diterima oleh lingkungan, dan keyakinan atau syariat islam pun tetap terjaga. Namun sebetulnya kaidah yang paling tepat dalam pergaulan, khususnya dengan lawan jenis, adalah pandai-pandai menempatkan diri dan menjaga hati. Usahakanlah untuk mengerti situasi kapan kita harus serius dan kapan harus santai, “think before you act” sangatlah penting.

Meskipun demikian, menjaga pandangan adalah sangat dianjurkan, namun inti dari ajaran ini adalah bagaimana kita menjaga hati. Istilahnya, untuk apa kita menundukkan pandangan, jika hati tidak kita tundukkan???.

Semua tergantung dari niat kita. Contohnya, dalam suasana kantor atau organisasi di mana kita dituntut untuk berinteraksi dengan orang banyak, baik laki-laki atau perempuan, kita tentu saja diperbolehkan mengadakan contact dengan lawan jenis. Pada prinsipnya, di mana maksud kita untuk kebaikan dan batasan-batasan syar’i tetap dijaga, semua sah-sah saja. Islam tidaklah pernah bertujuan untuk mempersulit , tapi justru mempermudah hidup kita. Segala yang disyariatkan sudah barang tentu demi kebaikan ummat manusia…

Posted on 17.53 by Marmoud and filed under | 0 Comments »

islami

Berlidunglah Kita Pada Allah SWT

Tidak sedikit juga orang yang sekarang sudah tidak bisa merasakan nikmatnya berjalan, nikmatnya makan dengan mengunakan tangannya, atap rumah yang dulunya bersahabat melindungi tubuhnya dari sengatan teriknya Matahari dan derasnya guyuran air Hujan. Akhirnya atap rumah itu pun runtuh menimpa organ tubuh si pemilik rumah.

"Ya Allah, semoga mereka Ikhlas atas segala ketentuan-Mu dan semoga kematian, penderitaannya menjadi penggugur dosa, dan terima kasih Ya Allah kuucapkan dari ku sekeluarga atas keadaan kami saat ini, jadikan lah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai Bersyukur serta pandai memanfaatkan sisa waktu yang masih Engkau berikan saat ini" Aamiin.

Bencana Alam yang terjadi, ada yang mengatakan "Alam Murka", tidak kah seharusnya mereka berfikir bahwa sesungguhnya Alam tidak bisa berbuat apa-apa bila Sang Pemilik Alam, yaitu Allah tidak menyuruhnya untuk bergerak ?! Alam hanya sebuah media untuk Allah memberi peringatan pada Manusia. Berfikirlah bahwa semua kejadian itu atas kehendak-Nya dan kita dituntut untuk pandai mengambil Hikmah di balik dari Musibah yang terjadi.

Sadarkah kita bahwa setiap saat maut mengintai...

Sadarkah kita untuk selalu bersiap-siap diri dan mengumpulkan banyak bekal...

Sadarkah kita bahwa hanya orang-orang beriman yang beramal sholeh dengan ikhlas lah yang akan mendapat ridho-Nya...

Sekian tahun yang lalu tak pernah terfikir olehku Indonesia akan menjadi negara Rawan Gempa, tetapi belakangan ini terjadi di Aceh, di Jogja, di Tasik dan baru-baru ini di Ranah minang "Padang" telah diguncang Gempa. Terbayang di benakku, ada sebuah kekhawatiran bila suatu hari daerah yang kudiami sekarang ini diguncang Gempa juga...sejenak ku tertegun untuk menghentikan bayang-bayang kekhawatiran itu, serasa bayang-bayang itu membuat mencekam. Tapi ku berfikir, aku harus berani menghadapi segala kenyataan hidup dengan terus berlindung pada Allah S.W.T.

Seraya kuberdo'a, "Ya Allah, ku tau bahwa semua yang kumiliki ini sebenarnya bukan milikku tapi ini semua hanya titipan dari-Mu, kuatkanlah diriku Ya Rabb...bila semua ini nantinya akan Kau ambil, aamiin".

"Dengan keadaan seperti itu entah kenapa tiba-tiba rasa sayangku kian bertambah pada keluarga. Seperti biasanya sore hari selepas kerja, ku ketuk pintu rumah dengan ketukan yang berirama dengan mengucap Salam, kulangkahkan kaki kananku masuk ke ruang depan, kali ini suasana ku buat lebih riang dari biasanya, bersenda gurau dengan jagoan kecilku dan kusapa lembut Wanita yang kucintai setelah Ibuku, sengaja kuciptakan suasana seperti itu karena siapa tau esok pagi atau malam gempa memisahkan kami".

"Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari segala bencana, Rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi wau'fu 'annaa waighfir lanaa warhamnaa anta mawlaanaa faunshurnaa 'alaa alqawmi alkaafiriin" Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Mari kita mulai memperbaiki dan membuat suasana rumah menjadi lebih baik...

Mari mulai melembutkan hati untuk bisa menyapa keluarga dengan kasih sayang...

Mari mulai berusaha mentolerir masalah kecil yang mereka lakukan pada kita...

"Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang"


Menjadi lebih baek setelah ramadhan

Nggak kerasa bulan Ramadhan udah berlalu lagi. Sedih rasanya berpisah dengan bulan mulia ini. Sebab, dalam bulan Ramadhan, begitu banyak keutamaannya. Entah kenapa seluruh umat Islam di dunia pasti merasakan keunikan bulan ini. Unik yang bagaimana? Unik karena kita kudu puasa di siang hari. Sementara malamnya, kita sholat malam, kemudian bangun lebih awal untuk sahur dan beribadah lagi. Namun demikian, kegiatan sehari-hari tetap kudu berjalan, walau kadang kurang optimal karena ngantuk, lemes dan susah konsentrasi. Sebenarnya semua kegiatan tersebut biasa aja, dan bukan merupakan hal yang aneh bagi orang Islam. Cuma karena kita jarang melakukannya, kegiatan tersebut terasa berbeda di bulan Ramadhan.

Datang dan perginya bulan Ramadhan pasti akan terjadi sepanjang masih ada kehidupan di dunia ini. Nah, karena sifatnya sudah pasti terjadi, mestinya kita yang udah cukup sering berpuasa Ramadhan.Demikian juga dengan puasa, kalo kita dengerin ustadz di masjid ceramah selama bulan puasa, sering kali mereka menjelaskan kalo bulan puasa adalah bulan latihan bagi umat muslim untuk menahan hawa nafsunya. Kalo kita udah terbiasa berlatih, harusnya kita jago banget dalam berpuasa ini. Semula cuma puasa setengah hari, karena berlatih terus, mestinya tidak akan sulit untuk puasa sehari penuh. Bagi kamu yang biasanya puasa bolong-bolong, jadi bisa puasa full selama 1 bulan tanpa jeda.


Keutamaan bulan sya'ban

Tatkala Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- melihat perhatian manusia terhadap bulan Rajab pada masa jahiliyah, mereka sangat mengagungkan dan melebihkan atas seluruh bulan, dan tatkala beliau melihat kaum muslimin berambisi untuk mengagungkan bulan al-Qur`an (Ramadhan), maka beliau -Shalallahu alaihi wa salam- berkeinginan untuk menjelaskan kepada mereka keutamaan bulan-bulan dan hari-hari yang lain.

Telah diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya’ban.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ


Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits di atas terdapat dalil mengenai dianjurkannya melakukan amalan ketaatan di saat manusia lalai. Inilah amalan yang dicintai di sisi Allah.


Mengenal makanan haram

Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan haram. Rasulullah bersabda: “Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: ” Sesungguhnya Allah baik tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Dan firmanNya yang lain: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit: Yaa Rabbi ! Yaa Rabbi ! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram, dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya”.


Posted on 09.07 by Marmoud and filed under | 0 Comments »